SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan Beasiswa Stimulan Siswa 2026 untuk 1.000 pelajar yang tersebar di 62 SMA sederajat. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong siswa meningkatkan prestasi dan daya saing.
Program itu disosialisasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026). Puluhan kepala sekolah dan operator sekolah dari 18 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim Norhadi mengatakan sosialisasi diperlukan agar sekolah memahami mekanisme pengajuan dan ketentuan penerima beasiswa. Pemahaman yang sama diharapkan dapat memperkuat transparansi serta memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang tepat.
“Target beasiswa tahun ini sebanyak seribu orang, tersebar di 62 SMA sederajat. Secara hitungan, masing-masing sekolah akan mendapatkan kuota sekitar 15 orang,” kata Norhadi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono mengatakan beasiswa tidak semata-mata dirancang sebagai bantuan pembiayaan pendidikan. Menurut dia, program tersebut juga menjadi stimulus agar pelajar terus belajar dan mengembangkan prestasi.
“Beasiswa bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus belajar, berprestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Mulyono.
Pemkab Kutim membagi pengelolaan dukungan pendidikan berdasarkan jenjang. Disdikbud menangani pendidikan SD dan SMP, termasuk program bagi penghafal Alquran atau Tahfiz. Sementara beasiswa stimulan untuk jenjang pendidikan lebih tinggi dikelola Bagian Kesra.
Komitmen tersebut melanjutkan program pendidikan sebelumnya. Sejak 2024, Pemkab Kutim menjalankan Beasiswa Indonesia Emas Daerah dan telah menjalin kerja sama dengan 10 perguruan tinggi. Sebanyak 150 putra-putri Kutim disebut telah menerima manfaat program tersebut.
Pemerintah berharap beasiswa menjadi investasi sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi pelajar dari 18 kecamatan untuk meraih pendidikan dan prestasi yang lebih tinggi. (ADV/ProkopimKutim/KR)












