SANGATTA — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan rangkaian program berkelanjutan hingga 2030 untuk memperkuat kompetensi dan kreativitas guru. Agenda tersebut mulai dijalankan setelah kepengurusan baru periode 2026–2030 dilantik pada Februari lalu.
Program perdana kepengurusan ditandai dengan jalan sehat memperingati HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi. Ratusan guru mengikuti kegiatan tersebut sekaligus mempererat kebersamaan antarpendidik.
Ketua PGRI Kutim Yetti Arika Desiviana mengatakan jalan sehat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan arah kerja organisasi selama empat tahun mendatang.
Menurut Yetti, PGRI tidak ingin hanya identik dengan kegiatan seremonial, seperti upacara Hari Guru Nasional dan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Organisasi profesi itu kini menyiapkan program yang memberi ruang bagi guru untuk menghasilkan karya.
Tiga agenda awal yang disiapkan yakni Lomba Cerita Inspiratif, Lomba Cipta Puisi, dan Lomba Video Pembelajaran. Karya terbaik dalam lomba literasi akan dibukukan dan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2026.
Selain pengembangan kreativitas, PGRI Kutim juga menjadwalkan Porseni tingkat kabupaten dan provinsi. Ajang tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada akhir November.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mendukung program tersebut. Ia menilai guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan masa depan peserta didik.
Mahyunadi meminta guru terus berinovasi dalam pembelajaran dengan tetap mengikuti regulasi dan tidak menambah beban biaya bagi orangtua siswa.
Ia berharap kolaborasi PGRI dan Pemkab Kutim dapat memperkuat kompetensi serta kesejahteraan guru sekaligus meningkatkan pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah pelosok. (ADV/ProkopimKutim/KR)












