
SANGATTA – Pemotongan anggaran dari pemerintah pusat memaksa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kutai Timur menunda sejumlah kegiatan dan fokus hanya pada program prioritas. Langkah ini diambil agar indikator kinerja utama pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tetap tercapai meski dengan dana yang lebih terbatas.
Dinas P3A Kutim memastikan pelaksanaan sejumlah program prioritas utama berfokus pada upaya perlindungan perempuan dan anak serta penguatan peran keluarga sebagai garda terdepan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dinas juga menjamin program-program strategis, seperti layanan pendampingan korban kekerasan, pelatihan pemberdayaan ekonomi perempuan, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tetap berjalan dengan lebih efisien.
Kepala Dinas P3A Kutim, Idam Cholid, menjelaskan efisiensi anggaran pasti berpengaruh. Ada pemotongan dari pusat yang harus kami antisipasi. “Dengan kebijakan itu, kami memilah kegiatan yang prioritas, sedangkan yang tidak prioritas akan dikurangi atau ditunda dahulu,” beber Idam.
Beberapa langkah efisiensi yang telah diterapkan termasuk pemangkasan perjalanan dinas hingga 50%, pengurangan belanja alat tulis kantor, dan pengurangan kegiatan seremoni yang tidak berdampak langsung pada pencapaian kinerja.
“Semua langkah penghematan ini diambil untuk menyesuaikan dengan pagu yang telah diefisiensi,” tambah Idam.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, P3A Kutim menegaskan tetap memprioritaskan program-program penting yang langsung memberi manfaat bagi perempuan dan anak-anak di Kutim. (ADV)











