SANGATTA – Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat Elim Sangatta, Pendeta Yohanis Sabang, ini bukan sekadar seremoni peralihan. Ia menekankan bahwa iman yang kokoh dan karakter yang kuat adalah fondasi penting bagi generasi muda gereja dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
“Remaja adalah tulang punggung gereja masa depan. Mereka harus mengenal diri, memiliki karakter Kristiani, dan mampu menolak arus negatif dunia,” ujarnya penuh semangat.
Rangkaian kegiatan selama dua hari dirancang padat namun menyentuh seluruh aspek pembinaan remaja, meliputi spiritualitas, psikologi perkembangan, dan penguatan organisasi. Dalam sesi pembekalan, peserta mendapatkan materi utama bertajuk “Mengenal Diri dan Karakter Remaja” yang disampaikan oleh Yuliana Kalalembang. Yuliana adalah seorang pemimpin perempuan gereja yang juga menjabat sebagai Pengurus Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) Klasis Kutai Timur serta Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kudungga Sangatta.
Yuliana menjelaskan secara mendalam mengenai definisi remaja sebagai masa transisi penuh gejolak emosional, pencarian identitas, serta pengaruh kuat lingkungan dan media sosial. Ia juga mengupas berbagai karakteristik remaja dan memetakan permasalahan remaja modern, mulai dari krisis identitas, tekanan akademis, perundungan, kecanduan gawai, hingga gangguan kesehatan mental.
“Remaja harus belajar mengenali dirinya terlebih dahulu sebelum mampu berkontribusi bagi masyarakat. Jangan biarkan mereka tumbuh tanpa arah. Gereja harus hadir, mendampingi,” tegas Yuliana dalam materinya.
Selain itu, peserta juga dikenalkan pada nilai-nilai spiritual dengan meneladani karakter Kristus, seperti kasih, kesabaran, kerendahan hati, keadilan, pengampunan, dan kesetiaan. Materi ini menjadi pondasi penting untuk membangun remaja yang tegar secara mental dan rohani, serta siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan juga diisi dengan ibadah reflektif serta sesi permainan atau games yang memupuk kerja sama tim, kreativitas, dan kepemimpinan. Seluruh agenda dirancang dan dilaksanakan oleh pengurus PPGT Jemaat Elim Sangatta, yang secara penuh mengambil peran sebagai fasilitator pembinaan.
Harapan akhirnya adalah menciptakan remaja yang mengenal dirinya, memahami tantangannya, dan bertumbuh sebagai pribadi yang tangguh, setia, dan membawa damai. Teluk Lombok menjadi ruang sakral. Bukan hanya tempat berkemah, tetapi juga tempat ditempa menjadi tegar. (ADV)












