
SANGATTA – Sandaran segera berubah wajah. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah membangun jalan Inpres strategis yang akan membuka akses bagi sektor kelautan dan pertanian, sekaligus memacu perekonomian masyarakat pesisir yang selama ini terhambat keterbatasan transportasi.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya strategis meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. “Saya kemarin ke Sandaran, alhamdulillah masyarakat juga sedang menantikan progres inpres jalan yang sedang kita buat,” ujarnya.
Sandaran dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor kelautan, pertanian, dan perkebunan. Namun, akses transportasi yang masih terbatas menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam menggerakkan perekonomian lokal. Dengan dibangunnya jalan Inpres, diharapkan mobilitas hasil produksi warga menjadi lebih lancar, sehingga nilai tambah ekonomi dapat meningkat.
Ardiansyah menjelaskan, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Mengingat tahun anggaran 2025 hanya tersisa beberapa bulan, penyelesaian penuh proyek akan dilanjutkan pada tahun mendatang melalui mekanisme multiyear (MY). “InsyaAllah, kalau tahun ini tidak sanggup, tahun depan kita akan mengulanginya kembali,” jelasnya.
Bupati berharap masyarakat dapat memahami proses pembangunan bertahap tersebut. “Tujuan utama kita adalah membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas hasil produksi masyarakat, sehingga kesejahteraan warga di daerah pesisir meningkat,” pungkas Ardiansyah.
Dengan keberlanjutan pembangunan jalan Inpres ini, Sandaran diharapkan semakin mudah diakses dan mampu menjadi kawasan strategis yang mendukung visi Kutai Timur sebagai daerah tangguh, mandiri, dan berdaya saing. (ADV)












