SAMARINDA — Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai diarahkan menjadi pusat layanan masyarakat berbasis siklus kehidupan. Perubahan ini membuat Posyandu tak lagi hanya berkutat pada layanan ibu dan anak, tetapi juga menyasar remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia.
Penguatan peran tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kelembagaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang digelar di Samarinda. Kegiatan diikuti kader dan pengelola Posyandu dari Kecamatan Sandaran selama empat hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan perluasan sasaran layanan memungkinkan berbagai persoalan kesehatan terdeteksi lebih dini.
“Dengan layanan seluruh siklus kehidupan diharapkan masyarakat akan dapat berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu. Sehingga akan dapat terdeteksi sedini mungkin permasalahan kesehatan yang ada,” ujarnya.
Menurut Yuwana, pelayanan kesehatan Posyandu kini mencakup seluruh tahapan usia. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemantauan masalah gizi, penyakit tidak menular, hingga kesehatan reproduksi remaja.
Transformasi Posyandu juga mencakup bidang di luar kesehatan. Enam SPM yang menjadi dasar penguatan meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Ketua Pembina Posyandu Kutim, Siti Robiah, mengatakan perubahan fungsi tersebut sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Regulasi itu menempatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan dengan cakupan pelayanan lebih luas.
“Posyandu bertransformasi menjadi lembaga kemasyarakatan yang kuat, tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Melalui pola baru itu, kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebutuhan warga dan layanan pemerintah. Penguatan lintas sektor juga diharapkan membuat Posyandu lebih adaptif terhadap persoalan masyarakat hingga tingkat desa.
Bagi wilayah seperti Sandaran, perubahan tersebut dinilai strategis untuk mendekatkan layanan publik kepada warga. (ADV/ProkopimKutim/KR)













