SANGATTA – Pelayanan air bersih dari IPA Kabo tetap berlangsung dengan kondisi air baku yang masih memenuhi ketentuan untuk diolah. Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) terus memantau Sungai Sangatta menyusul perubahan kadar klorida yang terdeteksi di sejumlah bagian alur sungai saat pasang.
Hasil pemeriksaan di Kawasan Porodisa menjadi salah satu indikator kondisi air yang berkaitan dengan sistem pengambilan air baku. Sampel pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 10.15 WITA menunjukkan kadar klorida sebesar 2,5 ppm. Lokasi tersebut berada sekitar 3 kilometer di hilir Intake IPA Kabo dan nilainya masih jauh di bawah ambang 300 ppm.
Temuan berbeda tercatat di Jembatan Kampung Kajang pada hari yang sama. Pengujian pukul 08.00 WITA menghasilkan kadar klorida 315,6 ppm, sehingga telah melampaui ambang baku mutu yang digunakan dalam pemantauan. Kondisi ini menunjukkan adanya pengaruh air laut pada bagian tertentu Sungai Sangatta dan menjadi perhatian dalam pengawasan kualitas air baku.
Perubahan di Kampung Kajang terlihat secara bertahap. Pada 16 Agustus pukul 09.00 WITA, kadar klorida masih 0,2 ppm. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 59,7 ppm pada 20 Agustus pukul 16.30 WITA, sebelum mencapai 315,6 ppm empat hari berikutnya.
Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan menjelaskan, hasil pengujian dapat berbeda karena dipengaruhi lokasi, waktu pengambilan sampel, serta kondisi pasang. Dengan demikian, peningkatan kadar klorida di Kampung Kajang belum menunjukkan kondisi serupa di sekitar intake.
Perumdam akan mempertahankan pemantauan secara berkala, terutama ketika muka air sungai pasang. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi apabila intrusi bergerak lebih jauh ke arah intake. Berdasarkan hasil terbaru, air baku yang masuk ke IPA Kabo masih aman dan laik diproses menjadi air bersih bagi pelanggan serta mendukung kesinambungan pelayanan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/KR)












