Kutai Timur – Dentuman gong yang dipukul Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, resmi menandai dimulainya pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Momentum pembukaan tersebut juga ditandai dengan pengangkatan bendera start sebagai simbol pelepasan iring-iringan budaya. Dalam kegiatan ini, Bupati didampingi Ketua PHDI Kutim I Gusti Bagus Oka serta perwakilan Forkopimda.
Perayaan tahun ini mengusung tema filosofis “Vasudaiva Kutumbakam” yang bermakna “Satu Bumi, Satu Keluarga”, mencerminkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah memberikan apresiasi terhadap partisipasi umat Hindu dan masyarakat Kutai Timur yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa perayaan ini memiliki makna lebih dari sekadar ritual keagamaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga wujud nyata toleransi dan kekayaan budaya yang mempererat persaudaraan di Kabupaten Kutai Timur yang heterogen,” ujarnya.
Pawai ogoh-ogoh yang menampilkan beragam kreasi seni tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain sebagai bagian dari tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu menghidupkan suasana lokal.











