SANGATTA — Rapat Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan berlangsung dengan suasana hangat dan produktif, dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Yuriansyah. Forum ini turut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kutim Julfansyah, Wakil Direktur RSUD Kudungga dr. Yuwana, perwakilan puskesmas, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta unsur BPJS Kesehatan.
Momen penting dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan penghargaan predikat Bintang Tiga dari BPJS Kesehatan kepada RSUD Kudungga Sangatta. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan rumah sakit daerah tersebut mengimplementasikan layanan digital berbasis antrean online bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Perwakilan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Samarinda, Desy Liana Siregar, menjelaskan bahwa RSUD Kudungga termasuk fasilitas kesehatan mitra yang aktif berinovasi dan mendukung transformasi digital di sektor pelayanan publik. “Sistem antrean online yang diterapkan RSUD Kudungga terbukti meningkatkan efisiensi, menurunkan waktu tunggu, sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi peserta JKN,” jelas Desy.
Penilaian ini merupakan bagian dari evaluasi nasional terhadap fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, dengan aspek yang dinilai meliputi pemanfaatan teknologi, kemudahan akses layanan, dan tingkat kepuasan peserta.
Menanggapi capaian ini, Staf Ahli Yuriansyah mengapresiasi sinergi kuat yang terbangun di Kutai Timur. “Penghargaan ini adalah bukti bahwa inovasi pelayanan bisa berjalan baik di daerah. Komitmen terhadap mutu dan digitalisasi memberikan dampak langsung pada kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan,” ujar Yuriansyah.
Ia juga menegaskan, Pemkab Kutim akan terus memperkuat sektor kesehatan melalui peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia. “Transformasi digital perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai, baik di rumah sakit maupun di tingkat puskesmas. Ini menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan ke depan,” tambahnya.
Capaian RSUD Kudungga selaras dengan keberhasilan Kutai Timur mencapai Universal Health Coverage (UHC), dengan total 469.534 jiwa peserta JKN, atau 104,61 persen dari jumlah penduduk semester II tahun 2024.
Dengan 77,48 persen peserta JKN terdaftar di puskesmas, Pemkab Kutim kini menatap tantangan berikutnya: memastikan pelayanan di tingkat pertama semakin bermutu dan mendorong rumah sakit lain mengikuti jejak RSUD Kudungga dalam digitalisasi layanan.
Kolaborasi antara Pemkab Kutim dan BPJS Kesehatan memperlihatkan arah baru sistem kesehatan daerah—lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada masyarakat. Kutai Timur bergerak menuju ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi, di mana teknologi adalah jembatan antara kebutuhan pasien dan kecepatan pelayanan. (ADV/ProkopimKutim/K)












