SANGATTA – Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Manajemen Talenta dan Launching Corporate University ASN Kutim” menjadi titik awal reformasi di Kutim. Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) memegang peran vital. Maka, setiap ASN harus dikembangkan sesuai kompetensinya.
“ASN memegang peran strategis dalam pembangunan. Sistem merit menuntut kita menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” tegas Ardiansyah.
Menurutnya, pemetaan talenta ASN yang kini dijalankan Pemkab Kutim adalah langkah strategis untuk memastikan kesesuaian antara potensi individu dan kebutuhan organisasi. “Untuk mendorong ASN yang mampu membawa perubahan positif, kompeten, dan berintegritas tinggi, kita harus mulai dari peta talenta,” ujarnya.
Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, uji kompetensi ASN kini dilakukan secara rutin. Proses ini adalah bagian penting dari sistem penataan karier, promosi, serta pengembangan kapasitas aparatur secara terukur.
Sementara itu, Corporate University (Corpu) yang diluncurkan adalah bentuk inovasi pembelajaran digital ASN Kutim. Bupati menjelaskan bahwa Corpu adalah ekosistem belajar yang menghubungkan kebutuhan kompetensi ASN dengan visi pembangunan daerah.
“Corpu adalah komitmen kita untuk terus mendorong ASN Kutim belajar dan berkembang. Di era digital, belajar harus fleksibel, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan riil,” terang Ardiansyah.
Melalui Corpu, ASN Kutim akan dapat mengakses pelatihan dan peningkatan kapasitas secara daring dan berkelanjutan, membentuk budaya belajar baru di lingkungan birokrasi.
Bupati juga menyinggung tantangan efisiensi fiskal pemerintah pusat yang berdampak pada daerah. “Penguatan kapasitas ASN jadi kunci agar pelayanan publik tetap optimal, meskipun kita masih berkutat dengan realokasi anggaran,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam penggunaan sistem digital seperti e-Kinerja, agar tidak disalahgunakan. “Teknologi adalah alat bantu. ASN harus jujur dalam bekerja,” tegasnya.
Sebelumnya, Kabid Pengembangan Kompetensi BKPSDM Kutim, Mirza Wahyudi, menjelaskan bahwa peluncuran sistem manajemen talenta dan Corpu ASN adalah wujud nyata transformasi pengelolaan aparatur. “Dengan pemetaan talenta dan Corpu, arah pengembangan kompetensi ASN akan lebih terstruktur, objektif, dan responsif,” jelas Mirza.
Langkah ini menandai era baru birokrasi Kutai Timur—yang bertumpu pada kompetensi, integritas, dan kinerja nyata. ASN Kutim kini dituntut menjadi pemikir strategis, inovator layanan, dan penggerak perubahan. “Aksi perubahan adalah fokus. ASN adalah motor utama visi-misi pemerintahan,” pungkas Bupati Ardiansyah. (ADV/ProkopimKutim/K)












