SANGATTA — Kepastian itu disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman menyusul keberhasilan peresmian listrik 24 jam di Desa Manubar dan Manubar Dalam, Kecamatan Sandaran. Menurutnya, keberlanjutan program elektrifikasi ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Kutim tetap konsisten menjalankan agenda pembangunan meski menghadapi tantangan fiskal.
“Walaupun kami menghadapi pemangkasan APBD akibat berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat, 50 program prioritas kami tegaskan tetap berjalan,” ujar Ardiansyah saat menyampaikan pidato di Rapat Paripurna DPRD beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan menekan belanja yang tidak efisien serta memaksimalkan dukungan pendanaan dari berbagai sumber, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Koordinasi teknis percepatan elektrifikasi telah dilakukan secara intensif bersama PLN UP3 Bontang dan UP2K Kaltim. Melalui sinergi tersebut, Pemkab menargetkan peningkatan rasio elektrifikasi Kutim yang kini telah mencapai 82 persen.
Komitmen ini juga sejalan dengan visi yang disampaikan Bupati Ardiansyah dalam pidato HUT ke-26 Kabupaten Kutim, yakni memperluas jangkauan energi melalui pembangunan Solar Cell Komunal dan pemanfaatan energi terbarukan di desa-desa terpencil.
“Kita ingin mempercepat integrasi kelistrikan di seluruh wilayah Kutim dengan Sistem Mahakam, agar distribusi energi semakin merata dan andal,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas dan menggerakkan ekonomi pedesaan.
Selain fokus pada kelistrikan, Bupati Ardiansyah juga menekankan pentingnya pemenuhan akses air bersih bagi masyarakat desa. Dalam arahannya, ia meminta Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) memperluas jangkauan layanan hingga ke seluruh kecamatan dan desa.
“Saya minta PDAM hadir di semua desa di Kutai Timur, agar masyarakat kita dapat menikmati akses air bersih yang layak,” tegasnya.
Langkah ini juga didukung oleh program pengamanan sumber air baku, pemanfaatan embung dan kolam eks tambang, serta pemberdayaan masyarakat melalui PAMDES dan PAMSIMAS.
Keseluruhan upaya ini menegaskan tekad Pemkab Kutim di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman untuk mewujudkan visi “Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.” Melalui pemerataan infrastruktur dasar—listrik, air bersih, dan energi terbarukan pemerintah memastikan pembangunan berjalan tidak hanya di pusat kota, tetapi juga hingga pelosok desa. (ADV/ProkopimKutim/K)












