SANGATTA — Suasana khidmat memenuhi Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, pusat perkantoran Pemkab Kutim. Ratusan ASN dari berbagai perangkat daerah hadir dengan wajah penuh kebanggaan. Momen itu bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan atas komitmen panjang terhadap nilai integritas dan pelayanan publik.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah, melaporkan bahwa total penerima Satyalancana tahun ini mencapai 200 orang, terdiri atas 24 pegawai masa kerja 30 tahun, 51 pegawai masa kerja 20 tahun, dan 125 pegawai masa kerja 10 tahun.
“Satyalancana Karya Satya diberikan kepada ASN yang bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, negara, dan pemerintah, serta menunjukkan kejujuran, kecakapan, dan disiplin tanpa cacat,” ujar Misliansyah di hadapan Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimi, unsur Forkopimda, dan pejabat daerah lainnya.
Ia menegaskan bahwa penerima penghargaan ini adalah ASN yang selama bertugas tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin sedang maupun berat, dan tidak pernah mengambil cuti di luar tanggungan negara.
Misliansyah menjelaskan, penganugerahan ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010, serta Surat Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang prosedur pengusulan gelar dan tanda kehormatan.
“Penghargaan ini bukan hanya tanda di dada, tetapi simbol perjalanan panjang dan komitmen moral terhadap profesi ASN. Semoga menjadi pemantik semangat bagi kita semua untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Misliansyah, yang akrab disapa Ancah.
Prosesi penyematan tanda kehormatan dilakukan langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, disaksikan para pejabat dan undangan. Tepuk tangan hangat mengiringi setiap nama yang dipanggil ke panggung, menandai perjalanan panjang pengabdian yang kini mendapat pengakuan negara.
Dalam sambutannya, Bupati Kutim menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima Satyalancana atas dedikasi mereka.
“Kita patut berbangga. ASN Kutai Timur telah membuktikan bahwa loyalitas dan integritas adalah kunci untuk membangun birokrasi yang kuat dan berkarakter,” ujarnya.
Momentum ini, lanjut Bupati, menjadi refleksi bagi seluruh ASN agar terus menjaga semangat melayani, berinovasi, dan memperkuat etos kerja.
Acara yang berlangsung menjelang HUT ke-26 Kabupaten Kutai Timur ini menjadi pengingat bahwa pengabdian bukanlah perkara jabatan, melainkan komitmen tanpa henti. Di balik penghargaan yang disematkan, tersimpan makna mendalam: pengabdian yang tulus adalah cahaya yang menjaga birokrasi tetap berintegritas. (ADV/ProkopimKutim/K)













