
SANGATTA— Komisi C DPRD Kutai Timur mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur air, seperti bendungan dan sistem irigasi, demi mendukung upaya swasembada pangan di daerah. Ketua Komisi C, H. Bahcok Riandi, menilai bahwa sektor pertanian tidak akan berkembang tanpa dukungan pengairan yang memadai.
“Pembangunan infrastruktur air ini vital. Kita ingin memastikan ketersediaan air sepanjang tahun agar lahan pertanian tetap produktif dan menarik bagi masyarakat,” ujar Bahcok saat kunjungan kerja ke Kementerian PUPR.
Ia menjelaskan bahwa banyak lahan pertanian di Kutai Timur belum dapat dioptimalkan karena keterbatasan infrastruktur pendukung. Dengan sistem irigasi dan bendungan yang baik, produktivitas pangan dapat meningkat signifikan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bahcok menegaskan bahwa swasembada pangan bukanlah mimpi, melainkan tujuan yang bisa dicapai jika ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Swasembada pangan bukan mimpi, tetapi daerah juga bukan kunci. Kolaborasi adalah inti untuk mewujudkan visi bersama,” tuturnya.
Kunjungan kerja ke Kementerian PUPR disebut sebagai langkah awal untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Komisi C DPRD Kutim akan terus mengawal agar pembangunan infrastruktur air masuk dalam rencana prioritas nasional Ditjen Sumber Daya Air.
Bahcok juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur air tidak hanya berdampak pada sektor pertanian. Ia menyebut manfaat lain seperti pengendalian banjir, konservasi air, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami ingin pembangunan ini berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar proyek di atas kertas,” pungkasnya. (ADV)












