SANGATTA — Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta (APPISTA) resmi dikukuhkan oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman di Pasar Induk Sangatta (PIS), Rabu. Kehadiran organisasi ini diharapkan menjadi penguat kolaborasi antara pedagang dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha pasar.
Prosesi pengukuhan turut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Nora Ramadani. Pengurus APPISTA yang baru diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam membangun iklim perdagangan yang sehat dan produktif.
Ketua Umum APPISTA Sudarman mengatakan organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah penyampaian aspirasi pedagang sekaligus jembatan komunikasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan pedagang menjadi prioritas utama kepengurusan.
“Kami ingin APPISTA menjadi rumah bersama bagi seluruh pedagang agar aspirasi mereka dapat tersampaikan dan diperjuangkan,” ujarnya.
Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadani menjelaskan APPISTA telah berdiri sejak 2019 dan mampu bertahan di tengah berbagai tantangan. Ia menilai kondisi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, sempat memicu kenaikan harga bahan baku kimia hingga 30–50 persen yang berdampak pada rantai pasok. Meski demikian, aktivitas perdagangan di Pasar Induk Sangatta tetap berjalan kondusif.
Sementara itu, Bupati Ardiansyah mengungkapkan perlambatan ekonomi Kutim pada 2025 dipengaruhi kontraksi sektor pertambangan akibat kebijakan pengendalian eksplorasi. Namun, jika sektor tambang dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai sekitar 11 persen yang ditopang sektor perkebunan, industri pengolahan, dan perdagangan. Ia optimistis APPISTA bersama pemerintah dan BPR Kutim dapat memperkuat akses permodalan serta menjaga geliat ekonomi kerakyatan. (ADV/ProkopimKutim/KR)













