BENGALON – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi melalui pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Kecamatan Bengalon. Program ini diarahkan untuk menanamkan pemahaman kependudukan sejak bangku sekolah.
Inisiatif tersebut digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim bersama Pemerintah Kecamatan Bengalon melalui sosialisasi dan pembentukan SSK tingkat SD/MI serta SMP/MTs se-Kecamatan Bengalon. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Bengalon, Rabu (5/8/2026).
Plh Yuriansyah T mengatakan bonus demografi merupakan peluang besar bagi pembangunan. Namun, peluang itu hanya dapat dimanfaatkan apabila generasi produktif memiliki kualitas sumber daya manusia yang memadai.
“Bonus demografi berisiko menjadi beban jika generasi muda tidak dibekali pengetahuan, keterampilan, karakter, dan perencanaan masa depan yang matang,” kata Yuriansyah.
Menurut dia, SSK menjadi salah satu sarana untuk membentuk pola pikir dan perilaku siswa agar mampu merespons berbagai tantangan kependudukan. Materi terkait kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga nantinya diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
Kepala Bidang Dalduk DPPKB Kutim Tristiningsih turut hadir bersama perwakilan sekolah dan Forkopincam Bengalon. Sejumlah narasumber memberikan materi mengenai implementasi pendidikan kependudukan dan strategi pengembangan SSK.
Plh Kasi PMDK Kecamatan Bengalon Marnawati berharap guru dapat menjadi agen perubahan dengan menyisipkan isu kependudukan dalam pembelajaran.
Program ini diharapkan menjadi pijakan bagi sekolah di Bengalon untuk mengembangkan SSK secara berkelanjutan. (ADV/ProkopimKutim/KR)













