Sangatta – Festival adat dan budaya Lom Plai Dayak Wehea di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur kembali masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Masuknya kembali festival ini menjadi pengakuan atas nilai budaya sekaligus potensi wisata yang dimiliki daerah tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Akhmad Rifanie, mengungkapkan bahwa kepastian tersebut baru saja diumumkan pemerintah pusat. “Baru beberapa hari lalu diumumkan, Lom Plai kembali lolos dalam agenda KEN, setelah tahun lalu terlepas,” ujarnya di Sangatta.
Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026. Dalam daftar tersebut, Lom Plai menjadi salah satu event unggulan Kalimantan Timur bersama sejumlah festival besar lainnya.
Rifanie menilai, masuknya kembali Lom Plai ke dalam KEN bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi peluang strategis untuk memperluas promosi daerah. “Ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa upaya memasukkan kembali Lom Plai ke agenda nasional bukan proses instan. Pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah sejak tahun sebelumnya, termasuk presentasi untuk memperkenalkan kekuatan budaya Dayak Wehea ke tingkat nasional.
“Di tempat ini kebudayaan tidak dipamerkan sebagai artefak beku, melainkan dihidupi sebagai nafas keseharian. Ini salah satu keunikan Festival Lom Plai,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Panitia Festival Lom Plai, Yuliana Wetuq, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan sejak awal tahun. Festival dijadwalkan berlangsung pada 23 Maret hingga 24 April 2026, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan festival tersebut. “Kalau kabarnya sudah masuk KEN, kami upayakan untuk agenda tahun ini bakal lebih meriah dari tahun lalu,” ujarnya.
Ia juga berharap dukungan dari pemerintah daerah maupun sektor swasta dapat semakin memperkuat pelaksanaan festival tahunan tersebut.
Dengan kembali masuknya Lom Plai dalam KEN 2026, Kutai Timur tidak hanya mempertegas identitas budayanya, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki daya saing dalam industri pariwisata nasional yang semakin kompetitif.












