SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong perbankan daerah memperbesar dukungan terhadap pelaku UMKM dan industri kreatif. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat perekonomian nonmigas dan nonbatu bara sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor komoditas.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Lainnya Kedua PT BPD Kaltim Kaltara Tahun Buku 2026 di Samarinda.
Dalam forum tersebut, Ardiansyah berharap Bankaltimtara dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim dari sektor di luar migas dan batu bara.
“Hanya satu Kutim tadi menyampaikan mudah-mudahan ada kontribusi Bankaltim yang ada di Kutim terkait dengan naiknya persentase PDRB kita yang nonmigas dan batu bara,” ujar Ardiansyah.
Menurut dia, perkembangan UMKM dan industri kreatif di Kutim semakin menggeliat. Kondisi tersebut perlu diikuti akses pembiayaan yang memadai agar pelaku usaha lokal dapat memperluas kegiatan ekonomi.
Pemimpin Cabang Bankaltimtara Sangatta, Mardiansyah, memastikan pihaknya siap mendukung agenda ekonomi kerakyatan pemerintah daerah. Pembiayaan akan diarahkan kepada pekebun, petani, hingga UMKM.
Salah satu program yang telah berjalan ialah pembiayaan petani pisang di Kecamatan Kaliorang. Mardiansyah mengatakan program tersebut mulai memberikan manfaat kepada para petani.
Pemkab Kutim berharap sinergi pemerintah dan perbankan dapat memperkuat sektor riil, menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah upaya diversifikasi ekonomi daerah. (ADV/ProkopimKutim/KR)













