SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempercepat verifikasi data Anak Tidak Sekolah (ATS) yang kini tercatat mencapai 10.112 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.531 data telah diverifikasi, sedangkan 4.579 lainnya masih dalam proses penelusuran di lapangan.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Heri Purwanto, mengatakan validasi data merupakan tahap awal. Pemerintah daerah, kata dia, kini lebih berfokus memastikan anak-anak yang masuk kategori ATS dapat kembali memperoleh pendidikan.
“Yang terpenting adalah bagaimana mengembalikan mereka ke sekolah, baik melalui jalur formal maupun non-formal seperti Paket A, B, dan C,” ujar Heri dalam keterangan pers di Ruang Rapat Disdikbud Kutim.
Untuk menjangkau anak yang berada jauh dari pusat layanan pendidikan, Disdikbud menggandeng Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Tim akan melakukan pendekatan langsung atau jemput bola, termasuk dengan membuka kelompok belajar di wilayah yang aksesnya terbatas.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Sandaran, Kaliorang, dan Kaubun.
Dalam proses pemadanan data dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Disdikbud juga menemukan sekitar 2.000 data ATS yang tidak ditemukan keberadaannya di lapangan. Di Desa Sukarahmat, misalnya, dari 161 data ATS yang tercatat, sebanyak 108 anak tidak ditemukan ketika dilakukan verifikasi langsung.
Data tersebut telah dilaporkan kepada Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikdasmen RI serta dikoordinasikan dengan Dirjen Adminduk.
Penanganan ATS juga melibatkan Bappeda, DPMDes, Dinas Sosial, organisasi profesi, dan PKK. Selain pendidikan kesetaraan, anak akan diarahkan memperoleh keterampilan wirausaha agar memiliki bekal ekonomi. (ADV/ProkopimKutim/KR)













