SANGATTA – Sebanyak 36 pelajar yang terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini memasuki tahap pemantapan menjelang upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah menjalani latihan selama sekitar dua pekan, kesiapan pasukan disebut telah mencapai 80 persen.
Pelatih Paskibraka Kutim, Wahyu Winarko, mengatakan seluruh materi utama dan formasi baris-berbaris telah diberikan kepada peserta. Tahap berikutnya difokuskan pada penyempurnaan gerakan dan kesiapan mental.
“Semua materi dan formasi sudah kita berikan. Ini sudah tahap sekitar 80 persen. Tinggal pemoles-pemolesannya saja,” ujar Wahyu saat ditemui di sela latihan di Halaman Kantor Bupati Kutim.
Menurut dia, latihan mandiri terakhir menjadi momentum untuk memastikan setiap anggota memahami tugas masing-masing. Selanjutnya, para peserta akan menjalani gladi bersih untuk menguji kesiapan sebelum hari pelaksanaan.
Paskibraka Kutim tahun ini terdiri atas 18 putra dan 18 putri. Mereka merupakan pelajar pilihan dari sejumlah kecamatan yang telah melalui proses seleksi ketat sekitar sebulan sebelumnya.
Wahyu mengatakan waktu latihan yang hanya 14 hari sejak 30 Juli menjadi tantangan tersendiri. Namun, pengalaman tim pelatih membantu mempercepat proses pembentukan kekompakan dan kedisiplinan.
Pelatihan melibatkan personel Kodim, Lanal, dan Polres Kutim. Sebanyak enam personel Polres turut memperkuat tim, sementara tenaga medis disiagakan selama kegiatan berlangsung.
“Empat belas hari latihan menjadi tantangan, bukan hambatan,” katanya.
Ia berharap seluruh anggota tetap sehat hingga upacara berlangsung. Dukungan orang tua dan masyarakat juga dinilai penting agar para pelajar dapat menjalankan tugas dengan percaya diri dan tanpa kendala. (ADV/ProkopimKutim/KR)













