SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki peluang menambah capaian melalui Desa Singa Gembara yang tengah mengikuti penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Ketua TP PKK Kutim sekaligus Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, berharap wakil daerah tersebut mampu memperoleh hasil terbaik. Ia menyampaikan optimisme itu setelah mengikuti presentasi Singa Gembara yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Kantor Diskominfo Staper Kutim. Ia melihat kepala desa mampu tampil percaya diri ketika memaparkan materi di hadapan penilai.
Selain penampilan saat presentasi, kesiapan administrasi juga menjadi perhatian. Menurut Siti Robiah, data yang dimiliki Singa Gembara cukup lengkap dan telah melalui proses verifikasi. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tahapan penilaian.
Apabila berhasil meraih hasil terbaik hingga melaju ke tingkat nasional, Siti Robiah berharap pengalaman tersebut dapat memberikan dorongan bagi desa lain. Juga, ia menilai kemampuan sejumlah desa di Kutim sebenarnya cukup kompetitif dengan selisih nilai yang tidak terlalu jauh.
Dari situ, perhatian TP PKK Kutim tidak hanya diarahkan pada hasil yang diperoleh Singa Gembara. Siti Robiah justru mendorong agar pengalaman dalam memenuhi kebutuhan penilaian dapat diketahui desa-desa lainnya.
Ia mengaku telah berdiskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutim mengenai langkah tersebut. Informasi teknis dinilai perlu disampaikan secara lebih luas agar desa memiliki kesempatan menyiapkan kebutuhan sejak awal.
Menurut Siti Robiah, masih ada desa yang sebelumnya belum mengetahui indikator P3S, termasuk berkas yang harus dipenuhi dan diunggah.
“Pola ini harus segera disampaikan ke desa-desa yang lain,” ujarnya.
Dengan penyampaian informasi yang lebih merata, desa diharapkan tidak lagi kebingungan ketika mengikuti penilaian. Pada akhirnya, kesiapan menghadapi kompetisi dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun penanganan stunting yang lebih tertata. (ADV/ProkopimKutim/KR)













