
Sangatta — Anggota DPRD Kutai Timur, Bahcok Riandi, menyoroti pentingnya implementasi program pemerintah yang tepat sasaran dan tepat waktu. Ia secara khusus mengingatkan agar pelaksanaan anggaran untuk proyek-proyek konstruksi dapat diselesaikan secara optimal dalam tahun anggaran berjalan.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks pembahasan APBD, di mana penyerapan anggaran menjadi salah satu perhatian utama DPRD. Bahcok menekankan bahwa sebagai wakil rakyat, DPR meminta jaminan pelaksanaan yang transparan dan akuntabel dari pemerintah.
“Program penyerapannya ini yang kami perlu wanti-wanti,” ujar Bahcok dengan nada serius.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan tegas mengenai pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, pembiayaan proyek fisik melalui utang harus dihindari, mengingat beban utang nasional yang sudah berada pada tingkat mengkhawatirkan.
“Kalau kami dari DPR kami minta jangan sampai itu ada hutang lagi,” tegas politisi tersebut.
Bahcok juga menekankan target yang jelas untuk tahun 2025. Ia menyatakan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan fisik harus direalisasikan sepenuhnya, tanpa menyisakan anggaran yang tidak terserap.
“Harus bisa terakomodir semua untuk fisiknya di tahun 2025 ini,” ucapnya.
Ia berharap realisasi anggaran yang maksimal dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan proyek strategis lainnya, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, hal ini juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Pernyataan Bahcok menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat kapasitas penyerapan anggaran dan menghindari praktik pembiayaan yang berisiko membebani keuangan daerah di masa mendatang. (ADV)












