SANGATTA — Sejumlah sekolah di Kutai Timur (Kutim) menyambut positif program Beasiswa Stimulan Siswa 2026 yang memberikan bantuan Rp2,5 juta per penerima. Bantuan tersebut dinilai dapat meringankan kebutuhan pendidikan siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Program yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim itu menyasar 1.000 siswa jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB. Penerima berasal dari 63 sekolah yang tersebar di Kutim.
Kepala MA Nurul Hikmah Sangatta, Nur Aini Farida, mengatakan sekolah akan melakukan pendataan dan pemilahan calon penerima berdasarkan kriteria yang telah disampaikan dalam sosialisasi di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026).
Menurut dia, aspek ekonomi, prestasi akademik, dan status sebagai penghafal Al-Qur’an menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.
“Akan kami umumkan kepada anak-anak. Nanti kami pilih berdasarkan yang akademik, yang termasuk keluarga miskin, dan termasuk hafiz. Nanti kami pilah-pilah untuk mencukupi kuota 15 orang,” ujar Nur Aini.
Ia berharap bantuan tersebut membantu siswa mempertahankan keberlanjutan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Teluk Pandan Siti Yulianah Mahadi menilai beasiswa sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik. Salah satunya untuk membeli perlengkapan sekolah.
“Terutama anak-anak kelas 10, banyak sekali seragam yang belum dibeli. Harapan kami nanti ketika mendapat beasiswa, itu bisa untuk membeli seragam tersebut,” katanya.
Siti memastikan sekolah akan mengikuti ketentuan seleksi, termasuk mendata siswa berdasarkan kondisi ekonomi dan prestasi. Orang tua juga akan dilibatkan dalam penyampaian informasi program.
Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim Norhadi mengatakan penerima tersebar di 26 SMA, 25 SMK, sembilan MA, dan tiga SLB.
Pemkab berharap bantuan menjadi dukungan nyata agar siswa Kutim terus belajar dan berkembang. (ADV/ProkopimKutim/KR)












