TELUK PANDAN – Atap yang tak lagi bocor dan dinding yang lebih kokoh kini menjadi bagian dari keseharian Samsia dan Burhanuddin. Dua warga Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), itu mendapat bantuan rehabilitasi rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutim pada 2026.
Sebelum mendapat bantuan, kondisi rumah keduanya memprihatinkan. Atap kerap bocor ketika hujan, sedangkan sejumlah bagian bangunan telah lapuk dimakan usia. Situasi tersebut membuat rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung justru menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga.
Samsia mengaku bersyukur setelah rumahnya diperbaiki. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutim dan BAZNAS yang telah memberi perhatian kepada keluarganya.
“Terima kasih kepada Pemkab dan BAZNAS Kutim yang sudah membantu rehab rumah kami. Kami sangat bahagia dan terharu karena merasa lebih diperhatikan,” ujar Samsia.
Hal serupa dirasakan Burhanuddin. Menurut dia, rumah yang lebih aman membuat keluarganya dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga semua pihak yang sudah membantu diberikan kesehatan dan keberkahan,” katanya.
Perwakilan BAZNAS Kutim, Abdullah, mengatakan program rumah layak huni merupakan bagian dari pemanfaatan zakat untuk membantu warga berpenghasilan rendah. Sasaran program tidak hanya berada di kawasan perkotaan, tetapi juga masyarakat yang tinggal di pelosok dan sekitar perkebunan.
Menurut Abdullah, terdapat warga yang sebelumnya menempati gubuk sederhana. Bahkan, dua rumah harus direlokasi ke lahan relawan karena kondisi hunian tidak memungkinkan.
Program rehabilitasi telah berjalan di sejumlah wilayah Kutim sejak 2024. Khusus Teluk Pandan, enam rumah mendapat bantuan pada tahun tersebut. Pada 2025, BAZNAS Kutim berkolaborasi dengan Pemprov Kalimantan Timur melalui bantuan lima unit rumah senilai Rp50 juta per unit.
Memasuki 2026, dua rumah di Desa Martadinata kembali direhabilitasi. Selain bantuan hunian, BAZNAS Kutim juga menjalankan program beasiswa bagi pelajar kurang mampu untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. (ADV/ProkopimKutim/KR)













