SANGATTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) mengumpulkan pimpinan rumah sakit, puskesmas, dan klinik untuk memperkuat koordinasi pelayanan serta sistem rujukan kesehatan. Langkah ini dilakukan agar pasien mendapatkan layanan yang lebih terintegrasi dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan.
Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Penguatan Jejaring Rujukan digelar di Ruang Damar, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Rabu (19/8/2026). Pertemuan dibuka Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati.
Hadir sebagai narasumber perwakilan Dinkes Provinsi Kalimantan Timur dr Ika Gladis dan Latifah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kutim Herman Prayudi, serta unsur organisasi profesi kesehatan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kutim Siti Fatimah mengatakan penguatan sistem pelayanan mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Regulasi tersebut menjamin hak masyarakat memperoleh pelayanan yang aman, bermutu, dan terjangkau.
Menurut Siti, penataan rujukan berbasis kompetensi menjadi salah satu fokus. Kepatuhan terhadap indikator nasional dan pelaporan insiden keselamatan pasien juga perlu diperhatikan oleh setiap fasilitas kesehatan.
Yuwana menekankan kolaborasi antarfasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung visi Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Ia juga menjelaskan transformasi kelas rumah sakit yang kini diarahkan berbasis kompetensi dengan 24 jenis pelayanan dan standar alat kesehatan.
Yuwana meminta fasyankes mendukung lima program prioritas kesehatan daerah, termasuk penguatan tenaga kesehatan, peningkatan pendidikan dan insentif, pembangunan sarana kesehatan, kampanye konsumsi susu dan buah, serta percepatan penurunan stunting.
Khusus penanganan stunting, Dinkes mendorong dukungan terhadap program Pelayanan Terpadu dan Serentak untuk Menuntaskan Stunting (Pentassuting).
Koordinasi dengan BPJS Kesehatan dan pemangku kepentingan diharapkan membuat mekanisme rujukan semakin efektif, terintegrasi, dan mengutamakan keselamatan pasien. (ADV/ProkopimKutim/KR)













