
Kutai Timur – Upaya memperkuat sistem penanggulangan kebakaran di Kabupaten Kutai Timur terus digulirkan DPRD. Anggota DPRD Kutim, Ardiansyah, mengungkapkan rencana penambahan posko pemadam kebakaran pada tahun ini, menyusul masih minimnya fasilitas di sejumlah kecamatan.
“Saat ini masih ada sembilan. Nah, tahun ini kami minta tambah tiga. Jadi sekitar 12,” ujar Ardiansyah usai rapat kerja dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Penambahan ini diharapkan mampu mempercepat respons tim pemadam dalam menangani insiden kebakaran, terutama di wilayah yang belum memiliki posko sendiri. Ardiansyah menekankan pentingnya pemerataan fasilitas keselamatan publik, mengingat waktu tanggap sangat menentukan dalam meminimalisir dampak.
“Masih ada beberapa kecamatan yang belum punya posko. Ini jadi perhatian kami di DPRD,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan posko dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Selain tiga posko tambahan tahun ini, DPRD juga telah menyusun rencana penambahan lanjutan untuk tahun-tahun berikutnya.
“Tahun depan kita tambah lagi. Bertahap, sesuai anggaran,” katanya.
Ardiansyah optimistis target peningkatan infrastruktur pemadam kebakaran bisa tercapai dengan dukungan lintas sektor. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan kebakaran dan segera melapor jika terjadi insiden.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutim menyambut baik dukungan legislatif terhadap program kerja dinasnya. Penambahan posko dinilai akan meningkatkan jangkauan dan efektivitas layanan, terutama di wilayah pelosok.
Rencana pembangunan posko tambahan ini juga menjadi bagian dari strategi menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kutai Timur.
Dari sembilan menuju dua belas, DPRD Kutim tak sekadar menambah bangunan—mereka memperluas perlindungan. Di tengah ancaman kebakaran, kecepatan dan jangkauan adalah nyawa. (ADV)












