
SANGATTA – Menjelang pengumuman Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025, Dinas Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mematangkan proses seleksi calon penerima penghargaan. Tahapan rekrutmen dan penilaian kini disempurnakan agar seluruh bidang kesenian dan kebudayaan mendapat keterwakilan yang seimbang.
Kabid Kebudayaan Kutim, Fadliansyah Budi, mengungkapkan, tahun ini tim seleksi menyoroti dua kategori yang cukup menonjol, yakni sastrawan dan perajin wastra atau tenun, sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan apresiasi terhadap pelaku budaya daerah. “Kalau nggak salah juga ada kriteria sastrawan, penulis, penulis tulis, penulis puisi juga masuk. Kalau tidak salah juga,” ujar Fadliansyah saat dikonfirmasi di sela perayaan HUT Kutim baru-baru ini.
Menurutnya, kategori sastrawan menjadi penting karena selama ini bidang literasi dan tulis-menulis sering luput dari perhatian publik, padahal memiliki peran besar dalam melestarikan bahasa dan sastra daerah. Sementara itu, kategori wastra menyoroti kekayaan budaya bendawi Kutim yang diwariskan secara turun-temurun. “Kemudian wastra juga masuk juga, ada kriteria wastra,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fadliansyah menekankan, penilaian tidak semata-mata menitikberatkan pada kemampuan teknis atau karya yang dihasilkan. Aspek pembinaan dan kontribusi nyata terhadap masyarakat juga menjadi faktor penting dalam seleksi.
“Selain dia berwastra, dia juga diteliti atau divisitasi, ternyata dia bisa memberikan pelatihan-pelatihan. Itu salah satu kriteria, banyak, saya nggak hapal ya, ada banyak,” ujarnya sambil menekankan luasnya aspek penilaian yang diterapkan.
Ia memastikan tim Dinas Kebudayaan akan meninjau setiap kandidat secara detail dan objektif, agar hasil seleksi benar-benar mencerminkan kualitas dan dedikasi pelaku budaya Kutim. “Tapi itu nanti, selalu pasti kami akan push satu per satu nanti sebelum kita umumkan di bulan November,” pungkasnya.
Dengan batas waktu pengumuman yang ditargetkan pada 10 November mendatang, seluruh persiapan kini difokuskan untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan akurat. (ADV)













