
Kutai Timur – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi, mengajak masyarakat ikut aktif dalam upaya pencegahan stunting, sekaligus menekankan peran media sebagai kunci keberhasilan program.
Hal ini disampaikannya usai DPPKB melakukan sosialisasi program “Cap Jempol Stop Stunting” di TVRI Kaltim. Junaidi menyampaikan apresiasi kepada pihak TVRI yang memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat.
“TVRI memberikan wadah untuk bersosialisasi tentang Cap Jempol Stop Stunting. Di sana kita membuka kolaborasi dan kerja sama dengan media dalam menyampaikan pesan penting ini,” kata Junaidi.
Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga penyiaran publik menjadi strategi efektif untuk memperluas jangkauan edukasi. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi tentang tujuan dan langkah program, tetapi juga memahami peran kolaborasi kepemimpinan (leadership collaboration) yang dibangun untuk menekan angka stunting.
Lebih lanjut, Junaidi menegaskan, sosialisasi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan pemanfaatan data Basis Data Nomor Induk Kependudukan dan Keluarga Berisiko Stunting (BNBA-KRS).
“Di forum itu kami menjelaskan bagaimana data BNBA-KRS diperoleh, diverifikasi, divalidasi, dan dijadikan dasar perencanaan intervensi. Jadi masyarakat tahu bahwa data itu bukan sekadar angka, tapi pijakan nyata pemerintah,” jelasnya.
Junaidi berharap kerja sama dengan media terus diperluas, tidak hanya untuk sosialisasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif menurunkan risiko stunting. “Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Peran media sangat membantu kami di lapangan,” tutupnya. (ADV)













