SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi memulai peningkatan jalan utama penghubung Sangatta Utara–Rantau Pulung sepanjang hampir 40 kilometer pada tahun 2025 ini. Proyek yang akan dikerjakan secara bertahap itu menjadi salah satu program prioritas infrastruktur daerah, dengan fokus utama meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat pedalaman.
Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pembenahan ruas ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap wilayah terpencil.
“Ruas jalan Sangatta–Rantau Pulung ini mulai dikerjakan tahun ini secara bertahap. Kami berharap dalam beberapa tahun ke depan kondisi jalan sudah baik, sehingga mobilitas warga makin lancar,” kata Ardiansyah pada saat kunjungan kerja di Desa Mukti Jaya, Rantau Pulung.
Dalam kunjungan tersebut hadir juga Wakil Bupati Mahyunadi, unsur Forkopimda Kutim, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Bupati menilai, jalan ini merupakan urat nadi ekonomi bagi desa-desa penghasil pertanian dan perkebunan, serta akses utama menuju jalur logistik.
Data Dinas Pekerjaan Umum Kutim mencatat, dari total 1.100 kilometer jaringan jalan kabupaten, baru sekitar 35 persen yang berstatus mantap. Sisanya masih berupa tanah atau kerikil yang perlu peningkatan kualitas.
“Ini tantangan besar, tapi dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kami optimistis bisa diwujudkan,” tegas Ardiansyah dengan penuh optimisme.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Rantau Pulung yang hadir dalam kegiatan tersebut. Pemerintah, kata Ardiansyah, akan terus berupaya memastikan setiap pembangunan infrastruktur berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Jalan bukan hanya menghubungkan desa dan kota — ia menyambung mimpi dan harapan warga untuk hidup lebih baik,” pungkasnya. (ADV/ProkopimKutim/K)












