SANGATTA — Sangattaqua, produk air minum dalam kemasan (AMDK) milik Perumdam Tirta Tuah Benua, terus menunjukkan geliat positif sejak peluncurannya. Dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui kebijakan wajib beli di lingkungan instansi daerah menjadi pemantik utama dalam memperluas pasar dan memperkuat citra produk lokal.
Kebijakan yang digagas oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ini menjadi bagian dari strategi besar membangun ekonomi daerah berbasis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Komitmen kami jelas. Pemerintah wajib membeli dan menggunakan Sangattaqua. Ini cara kita menghargai produk buatan sendiri,” ujar Ardiansyah penuh optimisme.
Sebagai produk unggulan Perumdam TTB, Sangattaqua menandai pergeseran arah perusahaan daerah yang selama ini dikenal lewat layanan air bersih, kini berani melangkah ke sektor komersial. Harapannya, langkah ini bisa menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang stabil dan berkelanjutan.
“Setiap botol yang terjual, setiap dus yang keluar dari pabrik, itu artinya ada kontribusi untuk daerah. Semakin besar produksinya, semakin besar pula yang kembali untuk membangun Kutim,” kata Ardiansyah dalam kesempatan berbeda.
Pemerintah juga mendorong perusahaan swasta untuk ikut membeli produk ini. Beberapa perusahaan tambang dan perkebunan di wilayah Kutim bahkan mulai menggunakan Sangattaqua untuk konsumsi pekerja di lapangan. Sinergi semacam ini diharapkan memperkuat rantai pasok ekonomi lokal dan menciptakan perputaran uang di daerah sendiri.
Menjelang akhir 2024, fokus Perumdam TTB bergeser ke peningkatan distribusi dan ketersediaan stok di pasar ritel. Sangattaqua kini mulai terlihat di toko modern dan warung tradisional.
“Persaingan pasar AMDK memang berat, tapi kami percaya masyarakat akan bangga menggunakan produk lokal kalau tahu kualitasnya setara,” ujar Bupati Ardiansyah.
Pemerintah bersama DPRD juga tengah membahas mekanisme baru untuk mengoptimalkan setoran BUMD ke PAD. Harapannya, hasil usaha ini bisa kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, semangat membeli produk lokal, dan distribusi yang makin luas, Sangaattaqua dari tiap tetesnya mengalirkan harapan, juga rasa percaya diri daerah — bahwa Kutim juga mampu memnghasilkan produk yang unggul.
Kini, tantangannya tinggal satu: menjaga konsistensi rasa dan mutu. Sebab loyalitas pembeli tidak dibangun dari slogan, tapi dari seteguk air yang jernih dan menenangkan. (ADV/ProkopimKutim/K)












