
SANGATTA — Legislator Kutai Timur, Shabaruddin, menilai program beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah bagi santri serta siswa penghafal Al-Qur’an menjadi salah satu capaian penting Pemerintah Kabupaten Kutim tahun ini. Program tersebut dijalankan melalui Dinas Pendidikan dan mendapat dukungan penuh dari DPRD.
“Beasiswa yang habis-habisan, santri kita, anak-anak kita yang sekolah hafal Qur’an itu mereka disupport dengan beasiswa,” ungkap Shabaruddin dalam rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Kutim, belum lama ini.
Menurut Shabaruddin, pemerintah tidak hanya menyalurkan beasiswa dalam bentuk dana pendidikan, tetapi juga bantuan perlengkapan sekolah untuk menunjang proses belajar.
“Demikian pula dalam hal pakaian-pakaian, dan tahun ini juga mereka akan nanti dibantu dalam hal baju sampai ke tas-tasnya,” jelasnya.
Program ini, lanjut Shabaruddin, merupakan bagian dari 50 program kerja prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur. Dukungan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, terutama bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di pesantren maupun sekolah berbasis Islam.
Ia menilai, langkah pemerintah ini sejalan dengan visi besar Kutai Timur dalam membangun manusia yang unggul secara intelektual dan spiritual. Selain meringankan beban ekonomi keluarga, kebijakan ini juga memperkuat pembinaan karakter religius.
“Ini langkah baik, apalagi Kutim punya banyak anak yang bersekolah di pesantren, baik di daerah sendiri maupun di luar daerah. Semoga semua bisa mendapatkan kesempatan yang sama,” tuturnya.
Politisi kelahiran Sangkulirang itu juga menegaskan pentingnya pemerataan bantuan pendidikan agar tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
“Kita ingin setiap anak Kutim, di manapun mereka belajar, mendapat perhatian yang sama. Karena pendidikan dan keagamaan adalah dua pondasi utama kemajuan daerah kita,” pungkasnya. (ADV)












