MUARA WAHAU — Suasana haru menyelimuti warga Desa Wanasari. Di tengah sisa puing kebakaran yang terjadi pada 21 September 2025 lalu, harapan untuk bangkit kembali mulai terasa. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat bersama Baznas Kutim untuk memberikan dukungan moral dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman, didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim Ernata Hadi Sujito dan Ketua Baznas Kutim Masnif Safwan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah menyampaikan rasa duka dan empati kepada seluruh korban. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas formalitas, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap warganya.
“Harapannya bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan membantu mereka untuk segera bangkit dari keterpurukan,” ungkap Ardiansyah.
Bupati juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah yang dapat terjadi kapan saja akibat kelalaian kecil.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga lingkungan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kutim Masnif Safwan menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan bersumber dari dana zakat para muzakki, khususnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim.
“Untuk standar operasional di Baznas Kutim, pemilik rumah menerima bantuan Rp10 juta per rumah, sedangkan penyewa atau penghuni kontrakan diberikan Rp5 juta per kepala keluarga,” jelasnya.
Dari data Dinas Sosial Kutim, kebakaran di Desa Wanasari menelan kerugian besar dan membuat 19 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dinsos juga menyalurkan 19 paket bantuan logistik berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, gula, sarung, dan selimut sebagai bentuk dukungan cepat tanggap.
“Bantuan ini merupakan bagian dari respon cepat pemerintah untuk memastikan warga terdampak segera mendapat kebutuhan dasar,” ujar Ernata Hadi Sujito, Kepala Dinsos Kutim.
Kolaborasi antara Pemkab, Baznas, dan Dinsos menjadi wujud nyata sinergi antar-lembaga dalam penanganan pascabencana. Bantuan yang disalurkan bukan hanya dukungan material, tetapi juga pesan kuat bahwa kepedulian sosial dan kebersamaan masih hidup di Kutai Timur.
Dengan semangat gotong royong dan solidaritas, warga Desa Wanasari kini mulai menata kembali kehidupan mereka. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi pengingat bahwa dalam setiap bencana, tidak ada warga yang dibiarkan berjuang sendirian. (ADV/ProkopimKutim/K)












