SANGATTA – Persiapan operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) milik Polres Kutai Timur memasuki tahap akhir. Setelah pembangunan fisik hampir sepenuhnya rampung, perhatian kini diarahkan pada penyelesaian persyaratan administratif, sertifikasi halal, serta pemenuhan standar sanitasi dan pengelolaan limbah sebelum layanan resmi beroperasi.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan progres pembangunan fasilitas pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 99 persen. Saat ini, pihaknya menunggu hasil verifikasi akhir dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai syarat operasional.
“Alhamdulillah, saat ini progres sudah 99 persen. Kami masih menunggu hasil verifikasi final dari BGN, terutama terkait persyaratan administrasi lainnya,” ujar Fauzan dalam keterangan pers.
Menurutnya, satu persen pekerjaan yang tersisa justru menjadi bagian paling krusial. Polres Kutim memastikan seluruh sistem pengolahan air baku, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga sertifikasi halal dipenuhi sesuai ketentuan agar pelayanan dapat berjalan tanpa kendala.
Langkah tersebut sekaligus menjadi antisipasi atas evaluasi BGN terhadap sejumlah SPPG di Kutim yang sebelumnya terkendala persoalan IPAL. Karena itu, aspek higienitas dan keamanan pangan menjadi perhatian utama sebelum distribusi makanan dimulai.
“Satu persen sisanya adalah optimalisasi layanan, termasuk penyiapan pengolahan air baku, IPAL, hingga proses sertifikasi halal. Kami ingin memastikan seluruh persyaratan teknis dan lingkungan terpenuhi,” katanya.
SPPG Polres Kutim diproyeksikan melayani sekitar 3.200 penerima manfaat di Kecamatan Sangatta Utara, mulai dari siswa TK, SD hingga SMP. Salah satu sasaran awal ialah TK Bhayangkara yang berada di belakang Polsek Sangatta Utara. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat peran Polri dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menjadi contoh pengelolaan layanan yang memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan lingkungan. (ADV/ProkopimKutim/KR)












