
Kutai Timur – Upaya menjaga alam Kutai Timur (Kutim) agar tetap lestari tak hanya butuh semangat, tapi juga dukungan nyata. Itulah yang menjadi sorotan dalam hearing antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim dan Komisi C DPRD Kutim, yang membahas strategi pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta evaluasi program kerja tahun 2025.
Plt Kepala DLH Kutim, Andi Pasalinge, menyebut pertemuan tersebut berlangsung positif dengan banyak masukan konstruktif dari anggota dewan. Namun, ia tak menampik adanya tantangan besar berupa penurunan anggaran yang cukup drastis untuk tahun 2026. “Bagus saja sih, hanya kita kan anggaran untuk 2026 itu menurun jauh drastis daripada anggaran di 2025 kemarin,” ungkap Andi.
Ia menjelaskan, total anggaran DLH Kutim tahun depan hanya sekitar Rp2 miliar. Dana tersebut harus dibagi ke empat bidang utama: pengelolaan lingkungan, pembinaan, persampahan, dan pengawasan. “Kalau dibagi rata, tiap bidang cuma dapat sekitar Rp500 juta. Untuk program lapangan tentu itu sangat terbatas,” ujarnya.
Kondisi itu, lanjutnya, berpotensi menghambat pelaksanaan program prioritas, terutama pembinaan masyarakat peduli lingkungan dan pengelolaan sampah di sejumlah wilayah. Karena itu, ia berharap dukungan DPRD agar penyesuaian anggaran bisa dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
Meski demikian, Andi mengapresiasi perhatian Komisi C terhadap isu lingkungan. “Tanggapan dari Komisi C bagus, mereka paham kondisi kita di lapangan,” ujarnya.
Dalam hearing tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi dan kesadaran bersama untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kutim. (ADV)













