SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mendorong optimalisasi Pelabuhan Maloy dan Kenyamukan agar komoditas unggulan daerah dapat tercatat dan dikirim langsung dari wilayah asalnya. Langkah ini dinilai penting untuk memperbaiki pencatatan produksi sekaligus memperkuat kontribusi Kutim dalam statistik investasi dan ekspor.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan selama ini sejumlah komoditas yang diproduksi di Kutim justru tercatat sebagai produksi daerah lain karena distribusinya melalui pelabuhan di luar wilayah. Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi Kutim belum sepenuhnya tergambar dalam data resmi.
“Tidak ada tercatat Kutim produksi batu bara katanya. Tidak ada tercatat produksi sawit, karena tercatat di daerah lain,” ujar Ardiansyah.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak semata berkaitan dengan jalur distribusi, tetapi juga menyangkut dokumen asal barang. Pemerintah daerah mendorong penggunaan Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin (COO) untuk memastikan komoditas yang diperdagangkan memiliki identitas asal yang jelas.
Dokumen tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam perdagangan internasional karena dapat digunakan untuk proses ekspor dan kepabeanan, termasuk memperoleh tarif preferensial berdasarkan perjanjian perdagangan.
Ardiansyah menyebut Pelabuhan Maloy di kawasan ekonomi khusus dan Pelabuhan Kenyamukan menjadi bagian dari strategi pembenahan tersebut. Pemanfaatan kedua fasilitas itu kini terus didorong agar lalu lintas komoditas Kutim dapat lebih banyak tercatat dari daerah sendiri.
Kepala DPMPTSP Kutim Novian Pranata menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut melalui penguatan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal.
Menurut Novian, pencatatan yang lebih akurat akan membantu pemerintah membaca potensi investasi, produksi, hingga pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian, optimalisasi pelabuhan dan pembenahan administrasi komoditas diharapkan memberi dampak lebih luas terhadap perekonomian Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KR)













