SANGATTA — Suasana haru dan bangga mewarnai acara penutupan program Apprentice Electrician KPC di J23 Wisma Prima, Sangatta, belum lama ini. Selama enam bulan pelatihan intensif, 28 peserta terpilih telah menempuh pembelajaran teori dan praktik lapangan yang dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja terampil, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Dalam acara tersebut, General Manager Mining Operation Division (MOD) KPC, Muhammad Raizal, menyerahkan sertifikat kelulusan secara simbolis kepada tiga perwakilan peserta—Rian Agung Hendarto, Rezaldi, dan Muhammad Ridho Rahmansyah—sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mereka.
“Program ini merupakan bukti komitmen nyata KPC dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di Kutim. Kami ingin generasi muda memiliki keterampilan unggul agar mampu bersaing di bidang kelistrikan dan industri,” ujar Raizal.
Ia menjelaskan, peserta program merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berdomisili dan ber-KTP Kutim. Proses seleksi berlangsung sangat ketat—dari 4.000 pendaftar, hanya 28 peserta terbaik yang berhasil lolos. Mereka menjalani pelatihan teori selama dua bulan dan empat bulan praktik kerja lapangan (On Job Training/OJT) di workshop KPC serta mitra kontraktor.
“Saya mewakili manajemen KPC mengucapkan selamat kepada seluruh peserta. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal karier di masa depan, terutama di Kutim yang sangat membutuhkan tenaga listrik terampil,” tuturnya.
Salah satu lulusan, Muhammad Ridho Rahmansyah, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti program ini.
“Ini menjadi modal besar bagi kami untuk menatap masa depan. Dengan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, kami siap bersaing di dunia kerja dan membangun daerah sendiri. Terima kasih KPC atas kesempatan berharga ini,” ucap Ridho penuh semangat.
Program Apprentice Electrician mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutim. Saat pembukaan kegiatan pada 9 Desember 2024, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Roma Malau, hadir mewakili Bupati Kutim.
“Saya sangat mengapresiasi KPC yang peduli terhadap peningkatan pendidikan dan SDM lokal. Ini langkah nyata mempersiapkan generasi muda Kutim untuk masa depan yang lebih cerah,” jelas Roma.
Senada dengan itu, GM External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, Wawan Setiawan, melalui Manager Community Empowerment, Nanang Supriyadi, menyampaikan bahwa program apprentice ini merupakan bagian dari tujuh program prioritas CSR KPC di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan.
“Kami ingin memastikan para lulusan benar-benar siap pakai di lapangan. Program ini adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam membangun SDM Kutim yang produktif dan berdaya saing,” imbuh Nanang.
Acara penutupan turut dihadiri perwakilan Disnakertrans Kutim Muhammad Titu dan Sasni Rais, perwakilan BLKI Mandiri Sangatta Sam Ani, Manager Maintenance Systems Hendra Gunawan, serta jajaran manajemen KPC. Momen ini sekaligus menutup rangkaian pembelajaran yang dimulai dari ruang teori hingga praktik langsung di lapangan.
Dari 4.000 pendaftar hingga 28 lulusan terbaik, Program Apprentice Electrician bukan sekadar pelatihan tetapi gerbang menuju masa depan tenaga kerja lokal yang mandiri dan siap bersaing di industri modern. Kutim berterima kasih, KPC membuktikan: kolaborasi adalah kunci kemajuan bersama. (ADV/ProkopimKutim/K)













