SANGATTA SELATAN — Suasana Pasar Sangatta Selatan pada awal pekan ini menjadi pusat perhatian. Sejumlah petugas dari TPID Kutim melakukan sidak guna memastikan kondisi pasokan pangan dan harga tetap stabil. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin TPID dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok menjelang momentum hari raya.
Rombongan dipimpin oleh Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim, Vita Nurhasanah, yang menegaskan bahwa pemantauan langsung ini penting untuk mendeteksi sejak dini potensi gejolak harga di pasar.
“Pemantauan ini penting untuk memastikan tidak ada lonjakan harga berlebihan menjelang Iduladha. Alhamdulillah, sampai hari ini situasi harga dan stok masih terkendali,” ujar Vita di sela kegiatan sidak.
TPID memulai pemantauan dari Pasar Tradisional Sangatta Selatan, di mana tim meninjau langsung sejumlah komoditas strategis seperti beras, daging sapi, ayam, cabai, dan sayuran segar. Berdasarkan hasil pengamatan, stok masih tergolong aman dan harga-harga berada pada tingkat wajar.
Tidak hanya pasar tradisional, TPID juga menyasar sektor energi rumah tangga dengan meninjau agen elpiji 3 kilogram milik PT Berasal Kapar Bersaudara. Dari hasil dialog, diketahui bahwa pasokan gas melon masih stabil dan belum ada lonjakan permintaan menjelang hari raya.
“Alhamdulillah stok gas 3 kilogram aman, permintaan pun masih stabil. Kita harap kondisi ini tetap terjaga sampai perayaan Iduladha nanti,” jelas Vita.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan. TPID juga rutin melakukan rapat koordinasi untuk menyesuaikan kebijakan dengan perkembangan kondisi pasar. Pemantauan ini lebih dari sekadar dilakukan secara musiman, melainkan menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi berkelanjutan.
“Kami tidak hanya ingin harga stabil, tetapi juga memastikan pasokan tersedia di semua wilayah, termasuk daerah pinggiran,” tegasnya.
Langkah cepat TPID Kutim menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi melampaui wacana administratif, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan pasokan pangan dan energi yang terjaga, masyarakat dapat menjalani perayaan Iduladha dengan tenang dan penuh rasa aman.
“Ketersediaan bahan pokok dan energi adalah jantung kestabilan ekonomi rakyat. Kita ingin masyarakat Kutai Timur menyambut hari raya tanpa beban,” tutup Vita. (ADV/ProkopimKutim/K)













