KARANGAN — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 10 liter per detik di Desa Pengadan Lama, Kecamatan Karangan, menjadi SPAM kedua yang diresmikan tahun ini. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses air bersih yang layak, sejalan dengan visi besar pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa melimpahnya sumber daya alam Kutai Timur harus dibarengi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kekayaan alam kita luar biasa. Maka, kesejahteraan rakyat juga harus meningkat seiring dengan itu. SPAM ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya di hadapan warga.
Turut hadir Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, Dirut Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim Suparjan, Plt Kadis PUPR Joni Setia Abdi, serta jajaran Forkopimda Kutim.
Dirut Perumdam TTB Kutim Suparjan menjelaskan bahwa pembangunan SPAM Pengadan merupakan hasil kerja keras panjang yang sangat dinantikan warga. Proyek tersebut terealisasi melalui dukungan program PUPR dengan pemasangan pipa sepanjang 3.300 meter. Suparjan menargetkan pada tahun 2026 seluruh rumah di Desa Pengadan sudah teraliri air bersih secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Desa Syarifudin Jabir menuturkan bahwa masyarakat Karangan relatif makmur karena sektor perkebunan sawit, namun kebutuhan dasar seperti kesehatan dan air bersih masih menjadi prioritas utama. “Kami sudah siapkan lahan dua hektare untuk fasilitas kesehatan. Tinggal menunggu realisasi pembangunannya,” jelasnya.
Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah secara khusus menyoroti pentingnya penyediaan air bersih untuk tempat ibadah. “Tadi saya sempat wudhu di masjid, airnya masih keruh. Saya minta Pak Direktur segera memasang saluran. Masjid ini penting karena merupakan fasilitas umum bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyinggung potensi besar Kecamatan Karangan sebagai sentra kakao unggulan yang ditargetkan menjadi salah satu penghasil kakao terbaik di Indonesia dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Acara ditutup dengan momen hangat penuh semangat. Bupati Ardiansyah menyanyikan Mars Kutim bersama warga dan pejabat yang hadir, menegaskan pesan bahwa kemakmuran sejati lahir dari kerja keras dan persatuan rakyatnya.
Peresmian SPAM di Karangan adalah simbol bahwa di tengah kekayaan alam yang melimpah, pemerintah tetap berpijak pada prinsip pemerataan. Air bersih yang mengalir hari ini adalah bukti nyata bahwa kesejahteraan di Kutai Timur terus tumbuh dari desa ke desa. (ADV/ProkopimKutim/K)












