
SANGATTA – Memulihkan ekonomi pasca pandemi bukan hanya soal angka, tapi juga soal kehidupan para pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung daerah. Menyadari hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk mendampingi Industri Kecil dan Menengah (IKM) sekaligus memastikan UMKM mendapatkan perhatian yang selaras.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan meskipun ada perbedaan nomenklatur antara UMKM dan IKM, kedua sektor ini memiliki irisan yang signifikan di lapangan. “Kalau UMKM lebih condong ke dinas koperasi. Kami lebih kepada industri kecil menengahnya. Tapi walaupun beda penyebutan, biasanya irisannya ada antara UMKM dan IKM,” ujar Nora.
Ia mencontohkan, usaha di bidang industri pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) dan berbagai usaha produksi lainnya termasuk dalam ranah IKM yang menjadi fokus Disperindag. Pendampingan yang diberikan meliputi aspek teknis produksi, manajemen usaha, hingga peningkatan daya saing produk lokal.
“Penguatan kapasitas produksi dan kualitas produk IKM akan berdampak langsung pada pemulihan ekonomi pasca pandemi, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat,” tambah Nora.
Sementara itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kutim menegaskan, kolaborasi dengan Disperindag memungkinkan program-program pemberdayaan UMKM berjalan lebih sinergis, sehingga tidak ada tumpang tindih, namun tetap saling mendukung. Kerja sama lintas dinas ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan. (ADV)













