SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan pengajuan Hak Indikasi Geografis (IG) untuk Gula Aren Genjah Kandolo, Kecamatan Rantau Pulung. Langkah tersebut diharapkan melindungi identitas komoditas sekaligus membuka jalan bagi produk lokal tersebut menembus pasar regional hingga internasional.
Pembahasan pengajuan IG digelar dalam audiensi di Ruang Kerja Bupati Kutim, Rabu (12/8/2026). Pertemuan melibatkan BRIDA, Disperindag, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perkebunan, MPIG Aren Genjah Kandolo, serta unsur kecamatan.
Ketua MPIG Aren Genjah Kandolo Sukfi Rahmah mengatakan pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) telah berjalan. Surat keputusan pembentukan MPIG kini dalam proses paraf dan menjadi salah satu dokumen penting pengajuan IG.
“SK pembentukan MPIG sedang dalam proses paraf. Nanti kami minta Bapak bisa menandatangani SK-nya,” ujar Sukfi.
Kawasan yang menjadi bagian pengajuan IG berada di Desa Kandolo dengan luas sekitar 53 hektare di wilayah APL. Tanaman Aren Genjah juga ditemukan di kawasan Taman Nasional Kutai sehingga diperlukan koordinasi agar keberadaannya dapat didata dan dikelola sesuai ketentuan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan komoditas tersebut memiliki peluang pasar yang luas. “Pasaran banyak, baik lokal, regional, maupun pasar global,” katanya.
Potensi itu tercermin dari permintaan pasar luar negeri yang pernah mencapai 20 ton dari salah satu pelaku usaha yang terhubung dengan pasar Amerika Serikat. Namun produksi saat ini belum mampu memenuhi permintaan secara optimal.
Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Kutim Alamsyah Saragih menilai penguatan produksi harus dimulai dari hulu. Jumlah pohon induk terpilih yang pada 2022 mencapai 154 batang kini perlu ditambah.
Dinas Perkebunan akan berkoordinasi dengan Balit Palma Manado dan kementerian terkait untuk pengembangan sumber bibit.
Selain gula cetak, produk Kandolo telah dikembangkan menjadi gula semut, gula cube, dan gula cair atau juruh. Dengan penguatan produksi, tenaga kerja, mutu, dan kelembagaan, Aren Genjah Kandolo diharapkan mampu naik kelas menjadi komoditas unggulan Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KR)













