KOMBENG — Lima bayi laki-laki menjadi bagian penting dalam prosesi adat Ufah yang digelar dalam Festival UFAH 2026 di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur (Kutim). Keterlibatan anak-anak tersebut bukan sekadar pelengkap ritual, melainkan memiliki makna sebagai bagian dari proses menyiapkan calon pemimpin dalam masyarakat Dayak Kayan.
Prosesi tersebut menjadi salah satu rangkaian utama festival yang menampilkan kekayaan adat dan budaya masyarakat Kayan. Sebelum ritual dimulai, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah menyempatkan diri menyapa lima anak yang telah dipersiapkan.
“Sehat-sehat dan semoga menjadi calon pemimpin yang baik ya,” pesan Robiah kepada mereka.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan dirinya baru memahami makna di balik keterlibatan anak-anak dalam UFAH. Selama beberapa tahun, ia mengaku kerap melihat anak kecil dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Saya baru hari ini paham yang disampaikan oleh Ketua Adat Kayan Kaltim Kaltara, ternyata UFAH itu mempersiapkan calon pemimpin,” kata Ardiansyah.
Ketua Umum Persekutuan Dayak Kayan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Tan Irang, menegaskan adat istiadat harus terus dijaga agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
Menurut dia, pelestarian budaya juga berkaitan dengan upaya mempertahankan identitas masyarakat Kayan. Ia mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan hidup harmonis bersama berbagai kelompok etnis di Kutim.
Festival UFAH 2026 turut dimeriahkan sembilan tarian khas Dayak Kayan Umaq Lekan. Ardiansyah menilai kegiatan semacam ini penting karena adat dan budaya merupakan bagian dari modal sosial dalam pembangunan Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KR)













