SANDARAN – Warga Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur (Kutim), mendapat kepastian terkait pemenuhan kebutuhan dasar. Pemerintah Kabupaten Kutim menargetkan akses listrik dan air bersih di wilayah tersebut segera terealisasi.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan hal itu saat menghadiri rangkaian ritual adat Belian Kutai Pantun Erau Embuang Panas Pelas di Desa Marukangan, Kamis (6/8/2026). Di hadapan ratusan warga, ia menjelaskan sejumlah kendala administrasi untuk pengembangan jaringan listrik telah diselesaikan.
Menurut Ardiansyah, penyediaan daya mendapat dukungan excess power dari PT BMA yang kemudian dikoordinasikan bersama PLN. Sebanyak 32 titik infrastruktur kelistrikan ditargetkan dapat segera beroperasi tahun ini.
“Banyak tiang-tiang listrik yang sudah terpasang. Tinggal beberapa jalur lagi yang akan terpasangi dan tiangnya tinggal menyambung. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Desa Marukangan juga sudah tidak lagi gelap,” ujar Ardiansyah.
Ia meminta masyarakat mendukung proses penyelesaian jaringan, termasuk apabila PLN perlu melakukan pemangkasan pohon yang berada di sekitar jalur kabel. Langkah tersebut, kata dia, dilakukan demi keamanan jaringan.
Untuk kebutuhan air bersih, Pemkab Kutim telah mengarahkan PDAM menyusun teknis distribusi air ke rumah warga. Keberadaan embung di kawasan tersebut menjadi salah satu sumber yang dapat dimanfaatkan.
Ardiansyah berharap penyelesaian kedua kebutuhan dasar itu dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Marukangan. Ia juga mengapresiasi dukungan perusahaan swasta dalam membantu pembangunan dan pelestarian budaya di wilayah tersebut. (ADV/ProkopimKutim/KR)













