
SANGATTA — Membangun sepak bola daerah adalah perjalanan panjang menuju prestasi dan kebanggaan. Hal inilah yang kini digagas oleh Pandi Widiarto, Anggota DPRD Kutim yang juga Manajer Persikutim United. Ia menegaskan, fokus utama tim adalah memperkenalkan Kutai Timur di level nasional melalui profesionalisme dan pengembangan sepak bola.
“Kami membangun tim ini murni agar Kutai Timur bisa dikenal secara nasional lewat pengembangan sepak bolanya,” ujar Pandi dengan optimisme.
Persikutim United kini memasuki tahap pemantapan skuad, memadukan pemain muda potensial dengan pemain berpengalaman untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Bagi Pandi, keberadaan Persikutim United juga menjadi sarana pembinaan dan pengembangan talenta muda lokal. Ia menyebut, sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat lintas usia dan latar belakang.
“Persikutim United ini bukan hanya tim bola, tapi juga simbol persatuan masyarakat Kutai Timur,” ungkapnya lugas.
Pandi mengapresiasi perhatian Pemkab Kutim terhadap dunia olahraga, yang ia yakini menjadi wadah positif bagi generasi muda. Ia menambahkan, dukungan masyarakat dan pemerintah menjadi faktor penting.
“Harapannya semua berjalan lancar. Dukungan masyarakat dan perhatian pemerintah tentu sangat berarti bagi kami,” tutupnya.
Ia mencatat, Askab PSSI Kutim memiliki lebih dari 40 klub amatir aktif, modal penting bagi regenerasi pesepak bola. Dengan persiapan matang, Singa Maluai bertekad menjadi representasi semangat daerah yang tangguh, sportif, dan membanggakan.
Bagi Pandi Widiarto, sepak bola adalah cara Kutai Timur berbicara pada Indonesia. Ia berharap prestasi Persikutim United ke depan menjadi bukti bahwa daerah ini tak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki energi manusia yang luar biasa. (ADV)












