SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan pembenahan fasilitas Bandara Uyang Lahai di Kecamatan Kombeng rampung dalam tiga bulan. Perbaikan akan diarahkan pada landasan pacu, area bandara, dan terminal dengan melibatkan dukungan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan Bandara Uyang Lahai sebagai akses transportasi udara bagi masyarakat pedalaman sekaligus menopang aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
Menurut Ardiansyah, wilayah yang terhubung dengan bandara memiliki aktivitas investasi cukup tinggi, terutama pada sektor perkebunan, pertambangan, dan kehutanan. Karena itu, keberadaan penerbangan dari Uyang Lahai menuju Bandara APT Pranoto Samarinda dinilai memiliki peran strategis.
“Harapan utama kita Bandara Lahai tetap menjadi sarana fasilitas penerbangan di Kalimantan Timur,” ujar Ardiansyah setelah memimpin pertemuan dengan Dinas Perhubungan dan sejumlah perusahaan terkait pengembangan bandara.
Pemerintah daerah sebelumnya menerima sejumlah catatan dari otoritas bandara mengenai kondisi fasilitas dan keberlanjutan operasional Bandara Uyang Lahai. Persoalan tersebut kemudian dibahas bersama perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan bandara.
Ardiansyah berharap kontribusi dunia usaha melalui CSR dapat mempercepat pembenahan fasilitas. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian ialah peningkatan kualitas landasan pacu dan pengerasan area bandara.
“Perusahaan kita undang untuk membantu peningkatan landasan. Terminal juga perlu ditingkatkan supaya lebih representatif,” katanya.
Selain landasan, pembenahan terminal dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan kelayakan pelayanan penumpang. Pemerintah daerah optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target karena didukung perusahaan dengan kapasitas teknis dan sumber daya memadai.
“Kita optimistis karena perusahaan-perusahaan besar ini mampu menyelesaikan pengerjaan, baik pengerasan landasan maupun fasilitas lainnya,” kata Ardiansyah.
Pemkab Kutim berharap peningkatan fasilitas tersebut dapat menjaga Bandara Uyang Lahai tetap berfungsi sebagai penghubung masyarakat dan kegiatan ekonomi kawasan pedalaman. (ADV/ProkopimKutim/KR)













