
Kutai Timur – Bagi warga Kutai Timur (Kutim), genangan air saat hujan dan jalan lingkungan yang rusak sering menjadi keluhan sehari-hari. Menjawab hal itu, Pemerintah Kabupaten Pemkab Kutim meluncurkan program senilai Rp250 juta per RT untuk pembangunan jalan lingkungan dan sistem drainase, agar warga bisa beraktivitas lebih nyaman dan aman.
Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur masih menjadi prioritas utama. “Kita masih menghadapi tantangan serius terkait jalan, jembatan, dan sistem drainase. Program ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan genangan air dan banjir di beberapa wilayah,” ujarnya saat rapat paripurna ke-9 DPRD Kutim.
Program ini dirancang untuk memperkuat akses dan kualitas lingkungan di tingkat RT, sekaligus menjadi bagian dari pembangunan multiyears yang digulirkan Pemkab Kutim. Ardiansyah menambahkan, meski berbagai program seperti Internet Desa telah diluncurkan untuk memperluas akses informasi, masih banyak wilayah pelosok yang belum terjangkau sepenuhnya.
Selain itu, Bupati dua periode ini menyoroti kebutuhan mendasar lain, seperti air bersih dan elektrifikasi. Ia mengapresiasi dukungan PLN yang selama empat tahun terakhir aktif memperluas jaringan listrik hingga ke wilayah terpencil.
“Selain infrastruktur, kita juga fokus menekan angka stunting dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Program Rp250 juta per RT ini diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ardiansyah.
Pemkab Kutim meminta DPRD dan masyarakat aktif mengawasi pelaksanaan program agar tepat sasaran. Dengan strategi ini, pemerintah berharap pembangunan di Kutai Timur bisa lebih merata, mengurangi kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan, serta meningkatkan kualitas hidup warga. (ADV)












