YOGYAKARTA — Sekitar 300 guru dari Kutai Timur (Kutim) menuntaskan pendidikan Magister Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program yang menjadi bagian dari Beasiswa Indonesia Emas tersebut ditempuh selama kurang lebih satu tahun.
Pendamping dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Paulus Ven Logo, mengatakan seluruh peserta mengikuti proses pendidikan sejak awal Agustus hingga wisuda yang berlangsung di GOR UNY, Sabtu (22/8/2026).
“Kita bersama-sama dengan teman-teman sebanyak 300 orang masuk ke dalam beasiswa Indonesia Emas ini melalui program RPL,” ujar Paulus.
Menurut dia, proses belajar menjadi tantangan tersendiri karena mayoritas peserta tetap menjalankan pekerjaan sebagai tenaga pendidik. Para guru harus mengikuti perkuliahan sembari menjalankan aktivitas di sekolah.
Pembelajaran kemudian dilakukan secara daring dan luring untuk menyesuaikan kondisi peserta. Paulus menyebut komitmen mahasiswa terlihat dari rutinitas mengikuti perkuliahan secara online hampir setiap hari.
Salah satu lulusan, Megawati, guru SDN 002 Sangatta Utara, mengatakan sistem tersebut sangat membantu. Kuliah daring melalui Zoom umumnya dijadwalkan setelah jam kerja atau ketika kegiatan belajar mengajar telah selesai.
Selain fleksibilitas waktu, Megawati menilai perkuliahan memberikan pemahaman lebih luas tentang pendidikan inklusif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kutim melalui Disdikbud yang telah membuka kesempatan bagi para guru untuk melanjutkan pendidikan. Apresiasi turut diberikan kepada dosen UNY atas pendampingan selama proses studi.
Ahmad Mudori, guru SDN 011 Sangatta Selatan, merasakan manfaat serupa. Ia menilai pengalaman akademik di UNY memberikan pengetahuan yang relevan untuk dibawa pulang dan diterapkan di Kutim.
Lulusan program tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan kompetensi guru sekaligus peningkatan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KR)













