SANGATTA — Sebanyak 266 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Kutai Timur (Kutim) mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Mereka diminta tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan Rektor UT periode 2025–2030, Prof Ali Muktiyanto, melalui video “Rektor UT Menyapa” dalam pembukaan OSMB. Dari 382 mahasiswa baru yang terdaftar pada semester ini, 266 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Prof Ali mengatakan mahasiswa UT memiliki posisi penting dalam menyiapkan masyarakat menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Menurut dia, pendidikan harus menghasilkan lulusan yang mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan.
“Mahasiswa UT harus tumbuh menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar Prof Ali.
Ia menjelaskan sistem Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) dirancang untuk mengatasi keterbatasan geografis. Dengan model tersebut, masyarakat dari berbagai wilayah memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi.
Selain kemampuan akademik, Prof Ali mengingatkan mahasiswa agar menjaga integritas, kedisiplinan, dan etika selama menjalani pembelajaran mandiri. UT, kata dia, berkomitmen menyediakan pendidikan yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas global sebagai PTN-BH.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang membuka kegiatan menyambut positif pesan tersebut. Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan SDM yang adaptif dan berintegritas, bukan hanya pembangunan fisik.
“Pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi dari kualitas SDM yang adaptif dan berintegritas,” kata Mahyunadi.
OSMB diharapkan menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami pembelajaran digital dan menjalani studi secara mandiri. (ADV/ProkopimKutim/KR)













