SANGATTA — Suasana bahagia dan haru menyelimuti halaman Kantor Camat Sandaran saat Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Desa Manubar Dalam, belum lama ini. Momen bersejarah itu disambut sorak gembira warga ketika lampu-lampu di sekitar lokasi menyala terang, menandai berakhirnya masa gelap di dua desa yang selama ini hanya menikmati listrik pada malam hari.
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, disaksikan langsung oleh Ketua TP PKK Kutim Hj. Siti Robiah, Plt Camat Sandaran Mulyadi, serta Manager PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih. Hadir pula perwakilan Dinas Kesehatan Kutim, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang turut menyaksikan sejarah baru bagi wilayah pesisir tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras berbagai pihak yang telah mewujudkan impian masyarakat Sandaran untuk menikmati listrik tanpa batas waktu.
“Alhamdulillah, warga Manubar dan Manubar Dalam kini dapat menikmati listrik selama 24 jam. Ini hasil kerja sama dan sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat. Setelah dua desa ini, akan ada enam desa lain yang segera menyusul,” ujar Ardiansyah.
Bupati menegaskan, kehadiran listrik bukan sekadar soal penerangan, melainkan pondasi bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di desa. Ia juga mengingatkan warga agar menjaga jaringan listrik agar tetap aman dan berfungsi optimal.
“Manfaatkan listrik untuk hal-hal produktif yang bisa meningkatkan kesejahteraan bersama,” pesannya.
Sementara itu, Plt Camat Sandaran Mulyadi menilai capaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterpencilan wilayah tak lagi menjadi penghalang bagi kemajuan.
“Walaupun Sandaran berada di ujung Kutim, bukan berarti kami tidak bisa berkembang. Dulu listrik hanya menyala malam hari, sekarang alhamdulillah sudah 24 jam penuh,” tuturnya penuh syukur.
Dari sisi teknis, Manager PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih menjelaskan bahwa layanan ini menjangkau 482 pelanggan—terdiri atas 190 pelanggan di Desa Manubar dan 292 di Manubar Dalam.
“Dengan beroperasinya layanan 24 jam, kami berharap kualitas hidup masyarakat meningkat, kegiatan ekonomi lebih aktif, dan pelayanan publik berjalan lebih baik,” jelasnya.
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pemerataan energi di Kutai Timur. Bagi warga Manubar dan Manubar Dalam, cahaya yang kini tak lagi padam setiap malam adalah simbol harapan baru: bahwa pembangunan benar-benar hadir hingga ke pelosok negeri.
“Dari Manubar yang kini terang, Kutai Timur menegaskan komitmennya: tak ada desa yang dibiarkan dalam gelap.”(ADV/ProkopimKutim/K)













