SANGATTA SELATAN — Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi, mengusulkan penyusunan petunjuk teknis (juknis) baru terkait penggunaan dana Rukun Tetangga (RT) agar alokasi anggaran tidak lagi didominasi pembangunan fisik. Menurutnya, dana tersebut perlu dibagi lebih proporsional untuk mendukung penguatan sumber daya manusia, kesehatan, dan revitalisasi Dasawisma sebagai basis data pembangunan.
Usulan itu disampaikan Dewi saat menghadiri pelantikan tiga anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sangatta Selatan yang beberapa waktu lalu dipimpin Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Ketiga anggota tersebut menggantikan anggota sebelumnya yang mengundurkan diri karena menjadi aparatur pemerintah maupun alasan pribadi.
Berdasarkan evaluasi terhadap dokumen anggaran desa, Dewi menilai belanja dana RT selama ini masih berat pada pembangunan infrastruktur skala kecil. Padahal, menurutnya, pembangunan jalan berkualitas membutuhkan anggaran jauh lebih besar sehingga tidak realistis jika hanya mengandalkan dana RT.
“Intervensi dana RT kita saat ini didominasi oleh infrastruktur. Untuk membangun jalan yang baik, setidaknya dibutuhkan Rp700 juta hingga Rp800 juta per 100 meter,” ujarnya.
Karena itu, ia mengusulkan agar juknis mengatur porsi anggaran bagi kader Dasawisma, Posyandu, hingga kader pembangunan manusia. Langkah tersebut dinilai mampu mendukung implementasi 50 program prioritas Bupati hingga tingkat rumah tangga.
Dewi juga menyoroti tidak aktifnya sejumlah kelompok Dasawisma yang berdampak pada kualitas data pembangunan desa. Menurutnya, Dasawisma menjadi instrumen penting dalam pendataan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Selain itu, Kecamatan Sangatta Selatan akan berkoordinasi dengan seluruh kepala desa untuk membenahi administrasi RT dan mengaktifkan kembali Dasawisma. Di sisi lain, pemerintah kecamatan juga terus mengawal penyelesaian sengketa batas Desa Teluk Singkama dan Desa Kandolo serta berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait pembangunan jalan prioritas yang telah masuk perencanaan daerah. (ADV/ProkopimKutim/KR)













