SANGATTA – Forum Anak Kutai Timur (Kutim) menyerahkan delapan poin aspirasi anak kepada Pemerintah Kabupaten Kutim dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. Aspirasi tersebut mencakup persoalan pendidikan, perlindungan anak, fasilitas publik, hingga keterlibatan anak dalam pembangunan daerah.
Perwakilan Forum Anak Kutim, Nona Anggun dan Randy Pieter Hutagalung, membacakan langsung aspirasi tersebut di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi. Penyampaian dilakukan di hadapan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi, serta jajaran Forkopimda.
Delapan poin itu merupakan hasil penjaringan suara anak dari berbagai kecamatan di Kutim. Salah satu perhatian utama adalah pemerataan akses pendidikan dan kebutuhan transportasi sekolah yang aman bagi anak di wilayah pelosok dan pesisir.
Forum Anak juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan di ruang digital, termasuk pengawasan konten serta literasi internet ramah anak. Persoalan perundungan turut menjadi sorotan dengan usulan pembentukan satgas dan kanal pengaduan yang aman serta menjaga kerahasiaan korban.
Aspirasi lainnya mencakup lingkungan bebas asap rokok, fasilitas publik yang inklusif bagi anak disabilitas, serta pembangunan RTH dan taman bermain di setiap kecamatan.
Forum Anak juga mendorong pencegahan pernikahan usia dini melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan sebaya. Mereka meminta keterwakilan anak dalam forum Musrenbang mulai tingkat desa hingga kabupaten.
Bupati Ardiansyah mengapresiasi aspirasi tersebut dan menyebutnya sebagai gambaran kondisi nyata yang dirasakan anak-anak.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen mengintegrasikan poin-poin aspirasi ini ke dalam program strategis Perangkat Daerah,” ujar Ardiansyah.
Kak Seto turut mendorong Forum Anak menjalankan peran sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Dokumen aspirasi kemudian diserahkan kepada Bupati sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak. (ADV/ProkopimKutim/KR)













