SANGKULIRANG — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir melalui transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, turun langsung menyapa para pelaku usaha di Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, membawa semangat agar produk lokal Kutim tak hanya dikenal di pasar tradisional, tapi juga di jagat maya.
“Saya bangga dengan semangat masyarakat pesisir dalam mengembangkan produk lokal. Ini adalah fondasi kemandirian ekonomi yang harus kita dukung bersama,” ujar Ardiansyah di hadapan warga.
Dalam arahannya, Bupati menekankan dua hal penting bagi kemajuan UMKM pesisir kualitas kemasan dan pemanfaatan teknologi digital.
“Kemasan harus menarik dan profesional, tapi jangan lupa, dunia sudah berubah. Gunakan media sosial, marketplace, atau katalog digital agar produk kita bisa dikenal luas, bahkan keluar daerah,” tambahnya.
Langkah digitalisasi ini melibatkan banyak pihak. Pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan promosi terpadu. Produk-produk khas pesisir seperti olahan ikan, kerajinan laut, hingga cinderamata berbahan alam kini diarahkan untuk masuk ke pasar wisata dan platform daring.
Bagi masyarakat Pulau Miang, kesempatan ini ibarat angin segar. Selama ini, keterbatasan akses dan biaya distribusi membuat banyak produk unggulan hanya dikenal di tingkat lokal. Namun, dengan dukungan pemasaran digital, harapan baru terbuka produk mereka kini bisa menjangkau pembeli dari luar Kutim, bahkan luar pulau.
Pemerintah Kabupaten Kutim memastikan bahwa pendampingan terhadap pelaku UMKM akan berlangsung berkelanjutan. Tak sekadar memberi bantuan, tapi menyiapkan mental, keterampilan, dan jejaring usaha agar mereka benar-benar mandiri.
Kami membangun usaha sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk melangkah mandiri,” tegas Ardiansyah.
Oleh karena itu, Pulau Miang kini bukan sekadar pulau nelayan di ujung Sangkulirang. Ia telah menjadi simbol kebangkitan ekonomi baru Kutai Timur—tempat di mana laut, kreativitas, dan teknologi bertemu dalam satu gelombang perubahan. Dari tepian pesisir yang dulu sepi, kini lahir kisah tentang keberanian warga menulis masa depan ekonominya sendiri. (ADV/ProkopimKutim/K)












